Konsep- Konsep Politik dalam Al-Quran dan As-Sunnah


            Al-Qur’an dilihat sebagai kitab petunjuk yang berisi muatan-muatan nilai moral tentang tatacara dan aturan-aturan kehidupan  manusia di dunia, bukan sebagai kitab atau buku  tentang politik. Dalam Al-Qur’an inimemiliki beberapa prinsip-prinsip dasar yang membicarakan tentang politik Islam, yaitu : kepemimpinan, keadilan, kekuasaan, musyawarah
A.    Kepemimpinan
            Al-Qur’an tidak pernah secara tersirat  menyebutkan kata kepemimpinan, pemimpin disebut dengan berbagainama, misalnya imamah (dikalanganShi’I) dan khalifah (dalam tradisi sunni), raja untuk kerajaan dan  presiden dalam istilah negara republik.
B.     Keadilan
Dalam Q.S An-Nisaa’:58 terdapat perintah untuk menyampaikan amanat dan berlaku adil. Ayat ini berkaitan dengan pemerintahan. Fokus ayat ini sebenarnya adalah: ”Hendaklah masyarakat taat kepada mereka yang telah diberi amanah untuk memegang kekuasaan. Dengan demikian, amanah yang dimaksud ayat tersebut adalah pemerintahan atau urusan negara”.
C.    Kekuasaan
Prinsip kekuasaan sebagai amanah telah dijelaskan dalam Q.S. An-Nisaa’:58 yang artinya“Sesungguhnya Allah menyuruhkamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruhkamu) apabila menetapkan hokum diantara manusias upaya  kamu menetap kandengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat.”
Kekuasaan tertinggi  dalam suatu negara disebut dengan kedaulatan. Ajaran tentang kedaulatan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, yaitu :
1.                  KedaulatanTuhan
2.                  Kedaulatan raja
3.                  Kedaulatannegara
4.                  Kedaulatanrakyat
5.                  Teorikedaulatanhukum.

D.    Musyawarah
            Prinsip musyawarah ditemukan dalam Q.S.Al-Imran:159 yang artinya“Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”
            Kepemimpinan negara dan pemerintahan harus ditegakkan berdasarkan persetujuan rakyat melalui pemilihan secara adil, jujur, dan amanah. Sebuah pemerintahan atau sebuah otoritas yang ditegakkan dengan cara-cara otoriter dan tiran adalah tidak sesuai dengan prinsip Islam.
E.     Politik Islam dalam Era Modern Tampil sebagai Panduan Moral
            Dalam konteks ini politik Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dinilai lebih dapat menjadi pengarah etika manusia-manusia era modern dalam berpolitik di suatu negara. Al-Qur’an telah mengilhami dan memberikan pedoman tentang kaidah-kaidah universal dalam bernegara atau bermasyarakat.
            Dalam era modern ini banyak pemimpin dengan krisis moral, yang tidak bertanggung jawab ataupun tidak amanah. Lalu bagaimanakah cara melahirkan pemimpin yang mempunyai moral yang baik? Semua bisa di wujudkan melalui masyarakatnya. Di negara Indonesia sendiri pemimpin dipilih melalui pemilihan umum, maka kita sebagai rakyat berhak atas mengapresiasikan hak pilih. Masyarakat harus berpandai-pandai dalam memilih pemimpin untuk memajukan dan memakmurkan daerahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan dan Tugas Negara : Perspektif Fikih Siyasah