Fikih Siyasah dan Dinamika Relasi Islam Negara dalam Politik Indonesia


A.      Pengertian Partai Politik dan Partai Politik Islam
                        Partai politik secara etimologis berasal dari kata partai dan politik. Kata “partai” berarti menunjuk kepada sebagian orang yang seasas, sehaluan , dan setujuan terutama dibidang politik. Sedangkan politik berarti ilmu yang mengatur ketatanegaraan, atau seni mengatur dan mengurus negara dan ilmu kenegaraan. Partai politik adalah perkumpulan orang-orang yang seidiologi atau tempat atau wadah penyaringan dan pembulatan, serta tempat berkumpulnya orang-orang yang seide, cita-cita dan kepentingan.
                        Partai politik Islam telah ada dan berkembang hingga saat ini. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya partai politik berbasis agama. Pertama, karena agama itu sendiri memiliki dukungan teologis untuk mencapai cita-cita berdasarkan gagasan keagamaan yang dipercayai. Kedua, karena ikatan politik dari para warganya menyebabkan agama sebagai faktor pengikat untuk mendukung pemimpin dari kelompok.
                        Partai politik Islam dapat dipahami sebagai sebuah organisasi publik yang memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam konteks yang berbeda-beda melalui penguasaan sruktur kelembagaan pemerintah baik pada level legeslatif maupun eksekutif. Proses mendapatkan kekuasaan itu diperoleh melalui keikutsertaan dalam pemilu serta melakukan kampanye dengan menjual isu dan program-program yang tidak lepas dari nilai-nilai ideologis Islam.

B.       Jenis-jenis Partai Politik Islam
                        Indonesia, pembagian partai politik sangat beragam. Masing-masing partai politik memiliki ideologi dan nilai perjuangannya. Ada partai yang berbasis ideologi (nasionalis, sosialis, komunis, demokrat, pancasila dan lain-lain), berasas dan berbiasis agama (Islam, Kristen, Protestan, Yahudi dan lain-lain), berbasis etnis kedaerahan (Minang, Jawa, Madura, Bugis), berbasis profesi (Guru, pengusaha, buruh, mahasiswa, pelajar), berbasis programatik, dan lain sebagainya.
                        Berdasarkan kajian ilmu politik, penggunaan istilah “partai Islam” setidaknya memiliki dua konotasi. Pertama, ideologi organisasi, yaitu merujuk pada partai politik yang menjadikan Islam sebagai dasar ideologinya. Misalnya, Masyumi, Partai NU, PSII, Parmui, PPP, PBB, dan PKS. Kedua, basis sosio-kultural, dimana partai politik bukan hanya dilihat sebagai organisasi tetapi juga sebagai sarana atau media bagi masyarakat, atau kelompok-kelompok di masyarakat, untuk mengartikulasikan, mengekpresikan dan memperjuangkan kepentingan politiknya.
       Selaras dengan itu, berdasarkan data dan fakta historis, membagi partai yang berasas Islam kedalam tiga kategorikan:
1         Partai Islam yang berasaskan Islam
2         Partai Islam yang berasaskan Islam dan Pancasila
3         Partai Islam yang berasaskan Pancasila tetapi berbasis massa mayoritas dari kalangan Muslim.

C. Perkembangan Partai Politik Islam di Indonesia
·      Partai Politik Islam sebelum Era Kemerdekaan
                    Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) adalah partai islam pertama di Indonesia yang merupakan kelanjutan dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Samanhoedi pada 1905.dipimpin Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Setelah Jepang berkuasa, partai-partai dibubarkan, banyak muncul pemberontakan dari kalangan islam, terutama dari pesantren dan kalangan islam tradisionalis. Sehingga Jepang membentuk Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) untuk mengorganisir kekuatan islam agar lebih kooperatif. Masyumi diciptakan sebagai ganti Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang didirikan Belanda dan banyak yang melakukan pemberontakan terhadap Jepang.
·      Partai Politik Islam Pasca-Kemerdekaan
                    Selepas kemerdekaan, Masyumi dihidupkan kembali Masyumi berisikan organisasi-organisasi islam seperti Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan lainnya.
·      Partai Politik Islam di Era Orde Baru
                    Di masa modern ada dua macam Partai yang dapat disebut sebagai Partai Islam, yaitu; pertama, Partai yang berazaskan Islam. Termasuk dalam kelompok ini adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan (PK, yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera, PKS), PartaiBulan Bintang (PBB), dan Partai Nahdatul Ummah (PNU kemudian berubah menjadi Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia, PPNUI).  Kedua, partai yang tidak mencantumkan Islam sebagai azaznya tetapi konstituen utamanya adalah umat Islam. Termasuk dalam kelompok ini adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang konstituennya adalah warga NU, dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang konsituan utamanya adalah warga Muhammadiyah.

D. Peran Partai Politik Islam Dalam Pendidikan Islam di Indonesia Masa Reformasi
            Masa reformasi ditandai dengan jatuhnya pemerintahan Soeharto pada taggal 21 Mei 1998. Pada tahun 1998 terdapat 181 partai politik baru dan 48 dari jumlah tersebut dinyatakan sah untuk mengikuti pemilu tahun 1999 sedangkan menjelang tahun 2004 terdapat 268 partai politik di Indonesia dan hanya 24 saja yang mengikuti pemilu. Namun hanya 8 partai yang mendaftar dan lolos seleksi untuk ikut dalam pemilihan umum 1999. Partai- partai tersebut adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Serikat Islam Indonesia 1905 (PSII 1905) Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Umat Islam (PUI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan (PK), Partai Politik Islam Masyumi, dan Partai Persatuan (PP). Beberapa parpol Islam tersebut membentuk wadah tersendiri dalam pencapaian tujuan masing- masing partai Islam, diantaranya dengan mendirikan lembaga- lembaga baik sosial keagamaan maupun memberikan kontribusi terhadap pendidikan untuk mendapat dukungan yang penuh terhadap masing- masing partai.

E. Hubungan Partai Islam dengan Indonesia
                                    Partai islam disini mempunyai peran sebagai penyalur aspirasi masyarakat muslim Indonesia dalam mengaspirsikan pendapat, hanya saja landasan partai islam ini dilandasi kaidah dan wawasan keislaman. Partai islam di indonesia juga memberikan dampak bagi politik di indonesia dengan mampu menjadikan kader dalam pergerakan perubahan dan urusan kenegaraan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tujuan dan Tugas Negara : Perspektif Fikih Siyasah